PELESTARIAN

TP3 untuk Pelestarian Aset PNPM Mandiri Perdesaan ( leh Yayan Suryanto-FK Tukdana)    
   
Tukdana-Indramayu : Kamis 9 januari 2014, PANITIA pelatihan masyarakat PNPM MPd Kecamatan Tukdana Kabupaten indramayu menyelenggarakan pelatihan Tim Pemelihara , yang terdiri dari tiga orang perwakilan setiap desa sesuai dengan hasil berita acara musyawarah desa serah terima yang telah dilaksanakan di setiap desa.
    Menghindari agar para peserta tidak monoton, metode pelatihan Tim Pemelihara kali ini menggunakan metode lapangan, sebelumnya para peserta berkumpul di aula UPK Yatraguna Kecamatan Tukdana untuk mengisi daptar hadir dan mengikuti pembukaan oleh camat. Sebagai pembekalan awal, para peserta diberi materi  mengenai konsep pemeliharaan dalam PNPM MPd berbasis pemberdayaan yang disampaikan oleh FK (Yayan Suryanto).
        Sebagaimana ketentuan di PTO, pemeliharaan sarana dan prasarana yang telah dibangun dipelihara berbasis dari oleh dan untuk masyarakat. Dalam materi ini juga dilakukan curah pendapat dengan para peserta setiap desa berkaitan dengan ide-ide mereka selaku tokoh masyarakat yang ditunjuk dalam rangka menyusun teknis pemeliharaan sampai pada cara-cara penggalian dana untuk kegiatan pemeliharaan tersebut. Materi ini cukup menarik perhatian mereka, karena setiap desa menyampaikan ide masing-masing sesuai dengan sarana prasarana yang telah dibangun sebelumnya.
     Materi yang tidak kalah seru adalah materi lapangan, dipandu oleh FT (Asep Triyadi N) para peserta diajak meninjau tiga konstruksi bangunan yaitu Rabat Beton dan TPT desa Sukadana dan Bangunan TK desa Tukdana. Mereka diajak keliling mengamati dan sekaligus mencatat bagian-bagian bangunan yang dianggap oleh mereka potensi rusak dan sudah rusak berikut penyebab-penyebabnya. 
     Para peserta begitu antusias mengikuti materi lapangan ini, beberapa kesimpulan pun berhasil mereka sampaikan ,diantaranya untuk bangunan gedung sudah ada keretakan dibagian dinding setelah diteliti ternyata disebelah dinding tersebut ada penggalian sumur warga yang rupanya sedikit menggeser pondasi bangunan, untuk bangunan TPT terdapat potensi roboh atau patah, karena TPT badan jalan sebelah kanan juga sekaligus TPT saluran irigasi, sedangkan untuk rabat beton potensinya sedikit demi sedikit bagian atas terkelupas karena memang intensitas kendaraan warga tinggi. 
   Dari tiga simpulan peserta tersebut diuraikan satu persatu oleh pemandu mengenai teknik-teknik pemeliharaan sederhana diantaranya untuk dinding yang retak menambal kembali oleh semen dicampur oleh bahan perekat seperti sika top dan sejenisnya , untuk TPT tidak menormalisasi saluran irigasi terlalu dalam, apalagi sampai pada bagian pondasi dan untuk rabat beton bagian atas dilapisi aspal agar roda kendaraan tidak langsung menggerus bagian rabat beton.
     Metode ini begitu ampuh menjaga pelatih dan para peserta tetap segar dan tidak jenuh, karena bukan panca indra tertenu saja yang digunakan oleh mereka, hampir semua anggota tubuh mereka gunakan hal ini yang menjadikan mereka tidak mudah jenuh, tidak seperti halnya pelatihan di dalam ruangan yang hanya mengandalkan mata dan telinga saja.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar