
Endang Suryana (Faskab Pangandaran)
(7/7/2014). Langkaplancara merupakan satu dari sembilan Kecamatan lokasi PNPM Mandiri Perdesaan di kabupaten Pangandaran. Sebelumnya, kecamatan ini menjadi bagian dari kabupaten Ciamis. Dikarenakan sulitnya menuju kecamatan ini, taka salah jika berdasarkan ketetapan Kemenko Kesra No: B-167/MENKO/KESRA/X/2013 perihal Penetapan Daftar Lokasi dan Alokasi BLM PNPM Mandiri TA 2014, Langkap Lancar dikategorikan lokasi sulit.
Dikelilingi hutan serta jalanan yang sempit nan rusak, menjadi sebuah perjuangan apabila kita ingin menuju lokasi ini. Jauh dari akses kota tentunya baik ke arah pangadaran ataupun ke Tasikmalaya. Yang jelas Langkaplancar termasuk kecamatan dengan kantong kemiskinan yang masih tinggi khususnya dari segi infrastruktur.
Pada tahun 2014, Langkaplancaramendapat dengan Alokasi BLM PNPM Mandiri Perdesaan sebesar Rp.1.250.000.000,-. Angka tersebut sudah termasuk tambahan DDUB sebesar Rp.100.000.000,-. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, selain untuk kegiatan fisik dana tersebut digunakan untuk penambahan modal dana perguliran bagi kelompok SPP/UEP.
Namun cerita kali ini tentang pembangunan infrastruktur. Alkisah warga masyarakat desa Harum Mandala memimpikan bangunan MDA (Madrasah Diniyah Awaliyah). Mimpi ini dilatarbelakangi keinginan kuat agar anak-anak bisa mendapatkan pengetahuan agama yang lebih memadai..
Dengan tekad dan semangat yang tinggi, masyakat di Desa Harum mandala mengusulkan pembangunan MDA dan MAD penetapan disetujui. Pembangunan MDA pun dimulai. Terdapat 2 lokasi kegiatan yang kebetulan usulan yang disepakati dan ditetapkan di MAD Penetapan yaitu Pembangunan MDA. Progresnya sampai dengan saat ini sudah mencapai 80% walaupun dana yang terserap baru 40%.
Hal ini berkaitan dengan kesediaan supplier membantu lebih dulu baru ditagihkan kemudian. TPK sebagai tim penggerak, akhirnya melakukan mobilisasi dana melalui swadaya. Swadaya ditargetkan sebesar 30% dari total RAB. Uniknya, setelah dilakukan pemungutan swadaya malah melebihi target. Hal ini tak lepas dari tekad besar warga untuk ikut memilki MDA.
Swadaya yang diberikan dalam bentuk Bahan, Alat, Dana, dan tenaga (Apalagi) : Bentuk swadaya masyarakat di kelola oleh Tim Pengumpul swadaya adalah (1) Batu Belah (2)Pasir Urug (3)Pasir Pasang (4) Bambu (5)Pasir Cor (6) Papan Bekisting (7)Kayu Balok Lokal
Tak hanya material warga masyarakat juga bersemangat membantu Tenaga. Bahkan untuk mencukupi kebutuhan lauk konsumsi tenaga kerja secara gotong royong warga menyumbangkan empat ekor domba, ditambah 100 kilogram beras serta 100 kilogram daging ayam.
Melihat antusias yang begitu tinggi Penjabat Bupati Pangandaran, Enjang, ikut menyumbangkan dana sejumlah Rp.2 juta. Hal tersebut dilakukan saat kegiatan pengecoran jalan dilakukan. Bahkan Bupati juga sempat ikut melakukan pengecoran demi membaur dengan masyarakat.
Sebagian orang yang mengatakan swadaya sulit digali sepenuhnya tidak benar. Kegiatan pengecoran jalan di Desa Harum Mandala menjadi pembukti bahwa masyarakat siap diajak berswadaya hanya saja harus dipastikan bahwa usulannya akan memberi manfaat nyata bagi mereka. Inilah kuncinya. Tak heran jika pada waktu pengecoran juga warga beramai-ramai menyumbangkan sebagian penghasilannya sehingga terkumpulah uang sebesar Rp.2.750.000,-
Keberhasilan mobilisasi swadaya ini tak lepas dari peran TPK atau Tim Pengelola Kegiatan. Sebagai ujung tombak pelaksana kegiatan fisik di Desa Harum mandala, setidaknya pengurus TPK yang sudah dipercaya selama empat tahun patut diacungi jempol. Kepengurusan yang terdiri Irpan Mulyana, ST (Ketua), Mu’min Zaenal Abidin, S.Pd (Sekretaris) dan Abdul Qosim ( Bendahara) menjadi tim kompak yang berhasil mewujudkan mimpi warga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar