Pembangunan Jalan demi Kelancaran Ekonomi Pertanian (Mulyadi, Fasilitator)
Dekat dengan ibukota Jakarta yang konon pusat pembangunan dan bisnis tidak menjadi jaminan bahwa daerah di sekitarnya baik infrastrukturnya. Contohnya salah satu kecamatan di kabupaten bekasi yaitu kecamatan Pebayuran ternyata masih ada jalan-jalan yang dibangun, becek dan sulit dilalui baik pejalan kaki maupun kendaraan. Pada saat hujan warga menjadi kesulitan beraktifitas karena jalan menjadi berlumpur tidak jarang warga terpeleset bahkan kendaraan pun terjebak di kubangan Lumpur.
Namun setelah ada Program PNPM masyarakat terbantu dalam membangun infrastruktur nya di desa, seperti yang di tuturkan oleh salah satu warga masyarakat yang bernama Enen Asgar dari Dusun Segaran desa Karangsegar Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi Jawa Barat ini. “Pada tahun 2010 ada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan ke Kecamatan Pebayuran yang difasilitasi oleh dua orang konsultan yaitu Mulyadi, S.E. sebagai FK dan M. Zaeni, S.T. sebagai FK.
Awalnya saya juga tidak tahu PNPM Mandiri Perdesaan itu programnya seperti apa, saya kira sama saja dengan program-program yang sebelumya yang tinggal namanya saja. Saat awal-awal saya juga kurang begitu paham banget program ini, karena pada waktu sosialisasi di kecamatan saya tidak hadir. Tetapi pada saat ada sosialisasi di desa saya yakni Desa Karang Segar saya hadir karena mewakili dusun, pada saat ada pemilihan Tim Pelaksana kegiatan (TPK) saya dicalonkan dan akhirnya saya terpilih menjadi salah satu TPK.”
“Walaupun TPK, saya membantu Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) yang di bentuk sama pada saat sosialisasi di Desa melaksanakan Pengkajian Keadaan Desa (PKD) sampai dengan tersusunya daftar usulan desa kami berikut prioritasnya yang akan kami ajukan ke PNPM Mandiri Perdesaan. Tahap Musyawarah Desa Perencanaan yang jadi prioritas ajuan non SPP yaitu pembangunan jalan yang menuju dusun Segaran.
Kontruksi jalan Konsultan merekomendasikan jalan yang akan dibangun menggunakan Perkerasan jalan (Telford) karena konstur jalan yang masih tanah sehingga harus di keraskan dulu dasarnya. Dengan demikian apa bila nanti ada pembangunan jalan lagi kontruksinya bisa meningkat di aspal atau di rabat beton”. “Kami sangat bersyukur karena pada saat pengerjaan jalan berlangsung cuaca mendukung karena dilaksanakan pada saat musim kemarau. Sehingga pengepokan batu ke lokasi pengerjaan bisa berjalan lancar.
Apalagi warga sangat antusias mengerjakan walaupun dibayar murah karena mereka menganganggap demi kebaikan dan memperlancar jalan menuju dusun mereka, selain itu juga karena musim panen telah lewat sehingga ada waktu luang. Bagusnya lagi Konsultan terus membimbing kami cara mengerjakan yang baik dan benar. Sebelum mengejakan lebih lanjut kami diajarkan bagaimana cara memasang batu pinggir harus di tanam sebagai penahan tekanan dari tengah, juga cara memasang batu yang di tengah yang tumpul di bawah dan yang runcing di atas agar ketika di pasang batu pengunci dan digilas di atas menjadi lebih ber ikatan dan saling mengunci sehingga akan lebih awet”.
“Pengerjaan memakan waktu kurang lebih dua bulan sepanjang 1.100 meter dan lebar 2,5 meter dan tinggi 15 cm dengan biaya dari PNPM Mandiri perdesaan Rp 167.352.500 dan swadaya uang tunai masyarakat Rp 448.000, juga swadaya masyarakat yang berupa tenaga tidak diuangkan. Setelah jalan selesai masyarakat sangat berterima kasih sekali kepada PNPM Mandiri Perdesaan, karena sebelumya masyarakat sangat membutuhkan sekali jalan yang bagus.
Sebelum diusulkan ke PNPM Mandiri Perdesaan sudah di ajukan ke musrenbang, namun belum kunjung juga ada tanggapan, berbeda dengan PNPM tahun 2010 di ajukan, masih tahun yang sama sudah turun anggaran dan bisa di bangun. Sebagai rasa memiliki kami memasang portal agar jalan awet dan terpelihara yang boleh masuk mobil kecil aja, mobil truk yang besar tidak boleh masuk”.
“Terima kasih PNPM Mandiri Perdesaan yang telah mewujudkan jalan kami menjadi bagus. Kini kami tidak terpeleset lagi, anak sekolah gak usah gantung sepatu lagi, ngangkut hasil panen gak susah lagi, sehingga aktifitas kampung kami berjalan lancar dan tidak terisolir lagi. Karena PNPM ada kami berdaya mewujudkan prasarana desa kami”.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar