Rabu, 02 April 2014

Sejuknya Air, membuat Senyum Warga Kian Melebar

Oleh: Novi F Girsang dan Rita Agustina (FK-FT Kec. Sariwangi, Tasikmalaya
   
Tahun 2009 Kecamatan sariwangi mendapatkan dana BLM PNPM Mandiri Perdesaan sebesar 2 Milyar. Untuk melakukan sosialisasi tentang PNPM Mandiri Perdesaan, maka diadakan MAD Sosialisasi pada hari sabtu 13 Juni 2009 peserta laki-laki 39 orang, perempuan 17 orang. Setelah itu dilakukan MD Sosialisasi, kemudian dilakukan penggalian gagasan untuk mengusulkan kegiatan yang akan didanai oleh PNPM Mandiri Perdesaan. 
    Dilaksanakanlah Musyawarah Dusun yang diikuti oleh perempuan desa Sukaharja, kemudian dilakukanlah Musyawah Khusus Perempuan hari kamis 27 Agustus 2009 di Aula Desa Sukaharja yang diikuti oleh 47 orang perempuan dan diikuti oleh Kepala Desa Sukaharja, PJOK, FK, FT, UPK dan para tokoh masyarakat. Dan menghasilkan dua usulan, yaitu usulan Simpan Pinjam Perempuan untuk 6 kelompok, dan usulan pembangunan saluran Air Bersih Dusun Padarame dengan rencana panjang pipanisasi 2.058m. Hasil MKP juga terpilihnya 3 orang wakil perempuan yang hadir di MAD Prioritas Usulan yaitu Nining, Ika dan Tita.
         Kendala yang muncul adalah bahwa mata air cilingger berada di salah satu kolam milik warga kampung cilingger yaitu Pak Emod, sedangkan di PNPM bahwa tidak ada sistem ganti rugi lahan. Kondisi lahan harus sudah milik masyarakat/wakaf. Setelah dilakukan koordinasi oleh pihak pemerintahan desa dengan pemilik kolam tersebut, maka dibuatlah Surat Pernyataan izin menggunakan sumber mata air dan membangun bak penampung air bersih di kolam milik Pak Emod diatas materai diketahui Kepala Dusun Cilingger Pak Sulaeman dan Kepala Desa Sukaharja Pak Rahmat Kartadinata pada tanggal 25 September 2009. 
    Setelah proposal kegiatan selesai dibuat oleh Tim Penulis Usulan (Mimid, Neng Nina, Yedi Gunawan dan Jamaludin), maka dilakukanlah verifikasi oleh Tim Verifikasi yang terdiri dari Mulyadi, Rudi K, Tuti K, Encang Y, Rohandi, dan Neneng D. Kunjungan oleh Tim Verifikasi ke Desa Sukaharja dilakukan pada hari senin 12 Oktober 2009 dan Tim verifikasi telah menghasilkan rekomendasi bahwa saluran air bersih Padarame layak untuk diajukan ke MAD Prioritas Usulan. Karena berdasarkan penilaian kelapangan bahwa usulan tersebut sangat dibutuhkan oleh warga yang RTM dengan tujuan menanggulangi kekurangan air bersih di dusun Padarame dan sekitarnya.
   Untuk menentukan usulan yang prioritas berdasarkan perengkingan maka diadakanlah MAD Prioritas Usulan pada hari selasa 27 Oktober 2009 dengan peserta 46 laki-laki, 27 perempuan. Berdasarkan musyawarah tersebut, usulan Saluran air bersih Padarame mendapat rangking 4. Setelah dilakukan estimasi Design dan RAB maka Saluran Air Bersih Padarame diperkirakan biayanya Nilai kegiatan rp. 125.284.150, Operasional UPK(2%) rp.2.637.600, Operasional TPK(3%) rp.3.956.300. Swadaya kurang lebih rp.16.830.900. 
   Dukungan swadaya yang ada berupa batu, pasir, HOK tenaga kerja dan mata air Cilingger yang produktif. Masyarakat bersedia untuk menyediakan swadaya tersebut demi keinginan terwujudnya Saluran Air bersih yang sangat diimpikan oleh masyarakat selama ini. Dengan hadirnya program PNPM Mandiri Perdesaan maka keinginan masyarakat bisa terpenuhi. Dan PNPM MPd mampu menjangkau pemanfaat RTM yang selama ini terpinggirkan dan tidak pernah didengar keinginannya. 
   
Setelah estimasi design dan RAB selesai, maka diadakan MAD Penetapan Usulan pada hari senin 9 November 2009 dengan peserta 26 laki-laki, 23 perempuan dan saluran air bersih bisa ikut terdanai karena berada dirangking 4 dengan estimasi biaya sesuai dengan RAB yang telah dibuat. Besar harapan masyarakat Dusun Padarame agar bisa segera terealisasikan usulan tersebut, mengingat bahwa usulan tersebut benar-benar diharapkan bisa menanggulangi kekurangan air bersih untuk warga yang kurang mampu. Masyarakat tinggal menunggu proses pelaksanaan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Tim Pengelola Kegiatan yaitu Didi Suryadi, Dede Kusmiati dan Jajang. Dibantu oleh warga masyarakat Dusun Padarame melalui gotong royong dan kesiapan swadaya yang diharapkan bisa sesuai target kegiatan yang tercantum di RAB.
    Sebelum dilaksanakan pencairan, masyarakat beserta TPK melakukan rapat persiapan yang melibatkan pekerja untuk mensosialisasikan tentang nilai HOK, gambar design RAB dan pemantapan tentang swadaya yang siap disediakan oleh masyarakat. Pada tanggal 4 Desember 2009 dilakukan pencairan fisik tahap pertama, yang kemudian dilakukanlah pekerjaan pembangunan Saluran Air bersih. BLM yang disalurkan dari tanggal 4 Desember 2009 sampai tanggal 11 Februari 2009. 
    Dana yang disalurkan kepada TPK yaitu Nilai kegiatan rp. 125.284.150, Operasional UPK(2%) rp.2.637.600, Operasional TPK(3%) rp.3.956.300. pelaksanaan dilakukan selama kurang lebih 2 bulan, dikerjakan oleh TPK, masyarakat secara bergotong-royong. Sesuai target yang ada, Saluran Air Bersih Padarame bisa dibangun sesuai RKTL dan design yang direncanakan.
     Saluran air bersih di Dusun Padarame menggunakan konstruksi Pipa sepanjang 2058m. Dengan adanya bak penampung didekat mata air, kemudian bak pembagi di dua titik di Dusun Padarame yang lebih dekat ke rumah-rumah warga. Untuk pemasangan pipa sampai kerumah-rumah dilakukan secara swadaya, karena dari PNPM MPd hanya membangun Pipanisasi dari mata air, bak penampung dan bak pembagi. 
    Pelaksanaan MD pertangungjawaban I yaitu pada tanggal 13 Januari 2010 diikuti 22 peserta. Pelaksanaan MD Pertanggungjawaban II yaitu pada tanggal 21 januari 2010 diikuti 22 peserta. Sedangkan pelaksanaan Musyawarah Serah Terima/MDST yaitu pada tanggal 19 Februari 2010 diikuti oleh 27 peserta. Pada waktu pelaksanaan MDST sekaligus membuat rencana pemeliharaan yang rencananya dilakukan pemeliharaan rutin setiap 1 kali sebulan. Peresmian untuk MDST dilakukan oleh Kepala Desa Sukaharja yaitu Rahmat Kartadinata. 
     Rencana pemeliharaan kedepan akan dibuat meteran air agar pembagian kerumah-rumah bisa sesuai kebutuhan dan aturan yang ada. Karena sebelum dibuat meteran air, penggunaan air bersih tidak bisa merata dan pemeliharaan dirasa kurang, misal untuk kebersihan SAB, atau jika ada kerusakan pada SAB. Maka dibuatlah Tim Pemelihara yang susunannya : yang bertanggungjawab sebagai TP3 adalah Kepala Desa Sukaharja Rahmat Kartadinata, struktur organisasi TP3 adalah dari BPD Joedien MU, dari LPM Didi S, Ketua TP3 Ento, Sekretaris Nining, Bendahara Ika Kartika, yang tertuang dalam Berita Acara Rencana Pemeliharaan yang dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 19 Februari 2010.
      Saluran air bersih yang dibangun sangat terasa manfaatnya sampai 2013, karena ketika FK, FT, PL dan Assistant FK melihat langsung kelokasi, SAB tersebut masih dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kepentingan pertania, perikanan dan konsumsi air bersih kebutuhan rumah tangga. Setelah dilakukan wawancara hari kamis 19 September 2013 dengan pemanfaat saluran air bersih didusun Padarame yaitu dengan Bu Tika ocang dan Pak Atmo sebagai Panitia lokal, maka didapat beberap informasi yang terbaru bahwa dari tahun 2011 dibangunlah meteran air agar pembagian air bisa merata dan tidak ada menghindari konflik masalah pembagian air. 
     Biaya pemasangan meteran adalah rp. 270.000 setiap rumah. Biaya adalah rp.500 per kubik dengan rata-rata biaya abonemen per bulan rp.7500 per bulan. Biaya abonemen tersebut untuk pemeliharaan dan biaya untuk pemilik lokasi dikolamnya yang ada mata airnya. Yang telah memasang meteran air kurang lebih 70 rumah. Dan rata-rata warga yang memasang meteran adalah RTM. Hal tersebut membuktikan bahwa PNPM MPd telah menyentuh rakyat miskin, membantu mereka untuk masalah kekurangan air bersih, demi terciptanya perekonomian yang lebih, masyarakat yang lebih sehat dan calon penerus bangsa yang cerdas dan aktif.
     Kendala yang ada bahwa Panitia lokal masih ada kendala dalam penagihan biaya meteran, karena dari tahun 2009-2011 pemakaian air tidak dikenakan biaya. Baru ditahun 2011 dikenakan biaya. Harapan mereka bahwa masyarakat bisa menggunakan Saluran Air Bersih secara optimal, karena selama ini masih belum banyak masyarakat yang menggunakan air tersebut. Pemanfaat Saluran Air Bersih baru kurang lebih 250 KK. Jangan sampai air yang ditampung tersebut, terbuang sia-sia tanpa ada pemakainya. 
      Harapan dari masyarakat bahwa PNPM MPd tetap ada dan mampu menyerap aspirasi masyarakat RTM yang masih membutuhkan banyak bantuan dan perhatian dari pemerintah. Dengan dibangunnya Saluran Air Bersih ini, masyarakat sangat berterimakasih kepada pemerintahan bahwa mereka masih diperhatikan. Bravo PNPM MPd…dengan dibangunnya Saluran Air Bersih Padarame, maka generasi calon penerus bangsa terselamatkan karena demi kemajuan bangsa dan negeri Indonesia Tercinta. 
  Majulah bangsaku, majulah negeriku, bersama kita bahu-membahu membantu mengentaskan kemiskinan lewat program yang sangat mulia ini. “Kita tidak bisa melakukan hal besar, seperti melompati lautan, atau mengambil bintang, tapi kita bisa melakukan hal kecil dengan HATI yang besar”. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar