Rabu, 02 April 2014

Air PNPM menghidupkan Desa Cihurip Garut

Oleh: Maulana Abdul Fatah FT Kec. Cihurip Kab. Garut
     
Kampung Ciparanje berada di ketinggian 820mdpl, sebuah komunitas masyarakat terpencil di Desa Cihurip Kecamatan Cihurip Kab. Garut, 80 km ke arah selatan dari kota Garut, sebenarnya desa ini memiliki potensi dan anugerah besar dari Tuhan Semesta Alam berupa Air Bersih yang melimpah ruah, karena hampir di setiap sudut dusun desa itu terdapat mata air yang sangat jernih. Hal ini berbanding terbalik dengan beberapa tetangga kampung wilayah bagian timur didekatnya yaitu Kubang Nanggung (810 mdpl), Cipawinan (778 mdpl) dan Cibanggala (771 mdpl) yang tidak mempunyai mata air. 
       Kebutuhan akan air bersih di ketiga kampung tersebut sangat mendesak, mengingat selama ini segala urusan yang berkaitan dengan memasak, mencuci dan mandi bagi 477 jiwa masih mengandalkan air sisa dari sawah yang dialirkan ke beberapa pancuran air yang melalui kolam ikan, pancuran itupun terkadang kering karena suplai air irigasi dari sungai Ciparanje sangat kecil sehingga tidak sampai ke kampung Cipawinan, apalagi ke kampung Cibanggala. “Habis dijalan”, demikian istilah yang dikemukakan Bapak Ahmad Wahyudin sekretaris TPK dan merupakan salah satu tokoh masyarakat Desa Cihurip. Kondisi alam di Kecamatan Cihurip yang berbukit dan memiliki relief yang beragam sangat memungkinkan untuk mengalirkan air dari dataran yang tinggi ke tempat yang lebih rendah. 
            
Berpijak dari beberapa premis minor diatas, inilah cikal bakal munculnya usulan Pembangunan Sarana Air Bersih Ciparanje-Cibanggala di tahun 2011. Semangat tokoh masyarakat setempat sangat terasa ketika pelaksanaan transek. Bpk. Mamat, Bpk. Apay, Ibu Mimin, Ibu Ayi dan pemuda Karang Taruna sangat serius menelusuri perencanaan jalur air. Bahkan Bpk. Asep Gojali selaku Kades ikut dalam Musdus di Cipawinan dan Cibanggala. Ketika digelar Musdes Perencanaan, ternyata usulan pipanisasi SAB Ciparanje-Cibanggala bertengger di urutan teratas, bahkan beberapa tokoh masyarakat dari kampung lain yang ikut dalam Musdes Perencanaan cenderung mengalah dan menyetujui usulan tersebut. 
      Dukungan masyarakat ketiga kampung tersebut sangat terasa kian memuncak ketika Tim Verifikasi yang dimotori oleh Bpk. Dudi, Bpk. Wawan dan Bpk. Aep mengadakan kunjungan lapangan. Masyarakat sangat antusias dalam membantu memasang patok tanda, pengukuran dan pembersihan lahan, bahkan masyarakat menyediakan jamuan minuman dan makanan bagi Tim Verifikasi yang habis berjalan jauh menelusuri jalur perencanaan saluran air sejauh 3 km melewati ketiga dusun tersebut. 
   Untuk menyiapkan usulan yang akan diangkat dalam MAD Prioritas Usulan, Tim Penulisan Usulan (TPU) mengumpulkan data dari Tim Verifikasi. Penulisan usulan melibatkan tokoh masyarakat setempat dan beberapa pegawai desa, hal ini dimaksudkan agar data yang akan dituangkan dalam proposal akurat. 
      Selanjutnya, pada saat Musyawarah Antar Desa Prioritas usulan / MAD Perangkingan digelar, Ketua TPK Cihurip Bpk. Asep Jimy memaparkan kemendesakan kebutuhan Masyarakat terhadap sarana air bersih yang berujung pada usulan SAB Ciparanje-Cibanggala. Perwakilan dari tiap desa sangat mendukung usulan tersebut ditandai dengan tepuk tangan bergemuruh memenuhi ruang rapat di kecamatan. Inilah bukti dari kebersamaan dan toleransi tinggi yang masih kental di Kecamatan Cihurip. 
       Demikian pula pada saat Musyawarah Antar Desa Penetapan Usulan / MAD Pendanaan, usulan Pembangunan SAB ini menjadi favorit peserta, selain karena toleransi dan kebersamaan yang kental, ternyata pembawaan ketua TPK Cihurip yang lugas dan bersahabat dalam pemaparan di MAD perangkingan sebelumnya membuat para peserta mendukung penuh terhadap usulan tersebut. 
     
Tak berapa lama dari MAD Pendanaan, BLM Kec. Cihurip cair. Penyaluran BLM ke desa-desa se-kecamatan Cihurip termasuk untuk kegiatan pembangunan SAB inipun disalurkan. Pelaksanaan Pembangunan SAB Ciparanje-Cibanggala pun dimulai. Seluruh kegiatan ini melibatkan 54 orang Angkatan Kerja diluar swadaya Masyarakat yang setiap harinya selalu ada saja yang ingin ikut membantu tanpa bayaran. Mereka membantu menyiapkan bahan dengan mengangkut material ke lokasi proyek. 
     Pengerjaan kegiatan Pembangunan SAB ini terselesaikan dalam kurun waktu 2 bulan, dengan 964 HOK. Menghabiskan dana Rp. 190.165.600,- yang terdiri dari dana BLM PNPM MPd sebesar Rp. 188.619.600 dan dana swadaya masyarakat sebesar Rp. 1.546.000,-. Acungan jempol pantas diberikan kepada TPK Desa Cihurip yang berhasil membangun sinergi dengan aparat pemerintahan desa dan masyarakat pemanfaat demi kelancaran pembangunan sarana air bersih ini. 
     Berkat sarana air bersih ini, kebutuhan air bersih bagi warga di Kubang Nanggung, di Cipawinan dan di Cibanggala pada akhirnya dapat dinikmati. Kebutuhan memasak, mencuci dan mandi tidak lagi kekurangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar